Skip to main content

Football Casual Sama Dengan Hypebeast?

Football Casual Sama Dengan Hypebeast?

Dunia fashion dan kaitannya dengan anak muda memang dirasa tidak dapat dipisahkan. Beberapa mode yang diadopsi oleh sekumpulan pemuda yang menggilai beberapa brand dan kebiasaan lainnya pun akhirnya mengerucut menjadi suatu subkultur, atau budaya baru yang menjadi sesuatu yang cukup penting bagi mereka.

 

Budaya baru yang digandrungi anak muda ini memang muncul dari berbagai latar belakang, kebutuhan, gengsi hingga gaya hidup menjadikan fashion yang mereka pilih menjadi identitas baru yang mewarnai kehidupan mereka. Budget yang mereka butuhkan pun terkadang dirasa diluar akal pikiran manusia pada umumnya. Namun, dengan alasan yang sangat beragam pun menjadikan semua itu tidak menjadi halangan dan tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak memiliki barang yang mereka dambakan.

 

Salah satu fashion arus utama yang cukup digilai oleh kalangan anak muda adalah hypebeast dan football casuals, atau yang lebih sering dikenal dengan penyebutan casual. Kedua jenis berpakaian ini memang memiliki banyak perbedaan, namun ada juga kesamaan yang mereka lakukan dalam cara berpakaian. Melihat adanya persamaan antara kedua fashion ini, jelas muncul pertanyaan, siapa yang terlebih dahulu berpakaian dengan baik? Sebelum membahas itu semua, rupanya kita harus terlebih dahulu mengetahui apa itu “hypebeast

 

Apa itu hypebeast?

Budaya hypebeast dengan sempurna memenuhi keinginan anak muda untuk menjadi sosok yang dikagumi secara visual. Pengakuan dari lingkungan sekitar dan dikagumi menjadi langkah pertama yang sering dilakukan anak muda yang mengadopsi gaya berpakaian ini untuk mendapatkan kepercayaan diri dan pengakuan sosial.

Maraknya anak muda yang menggandrungi budaya baru ini, menjadikan hypebeast sering terlihat di kalangan pecinta fashion. Secara harfiah, hype sendiri bisa diartikan sebagai sesuatu yang sedang tren atau kekinian. Sementara kata kedua yang berdampingan dengan kata hype yaitu beast berasal dari kata slang untuk menyebut seseorang yang terobsesi akan sesuatu, termasuk fashion. Maka jika disimpulkan, hypebeast dapat juga merujuk pada suatu kata sifat yang memiliki arti seseorang yang terobsesi untuk mengikuti trend terbaru.

 

Namun menurut Urban Dictionary, ada dua pengertian mengenai hypebeast. Pertama, hypebeast mengacu pada anak muda yang mengoleksi pakaian, sepatu, dan aksesori demi terlihat keren di depan orang lain. Kedua, hypebeast diartikan sebagai slang bagi mereka yang terobsesi (beast) dengan segala sesuatu yang kekininan (hype), khususnya untuk urusan penampilan (fashion). Seperti penjelasan di atas. Hypebeast sendiri berakar dari streetwear culture. Meskipun tidak ada definisi yang jelas tentang apa yang membentuknya.

Kata hypebeast lebih di kenal di kalangan millennial sebagai trend fashion tersendiri. Namun Hypebeast itu sendiri bukanlah style namun konten media yang di perkenalkan oleh Kevin Ma, sosok content creator Hypebeast itu sendiri dikenal melauli website dan medianya yang banyak membahas tentang street style.

 

Mungkin tidak banyak yang mengira kata hypebeast itu sendiri di temukan di Hongkong pada tahun 2005, dikutip dari Business of Fashion. Mungkin banyak yang mengira bahwa kata hypebeast berasal dari negeri Paman Sam, Amerika yang selalu di kenal sebagai trendsetter fashion dunia.  Pada tahun 2005, seorang sneakerhead dan mahasiswa Kevin Ma membuat situs web untuk mendokumentasikan minat fesyennya. Dia memilih untuk menyebutnya Hypebeast istilah slang untuk pengejar tren.

 

Istilah hypebeast juga pertama kali dipopulerkan pada tahun 2012 oleh rapper Trinidad James dalam lagunya, “All Gold Everything,” yang memiliki lirik: “Hypebeasts we know aboutchea’ / Don’t buy shoes unless they popular.”

 

Bagi mereka yang menggilai trend mode hypebeast, penampilan dan gaya berpakaian adalah segalanya. Mereka akan selalu memaksimalkan penampilan demi mencuri perhatian orang. Salah satunya dengan tampil dengan merek pakaian kenamaan dari kepala hingga ujung kaki. Mereka rela rela merogoh kocek demi pakaian ketimbang hal lain. Salah satunya mungkin mengoleksi barang fashion dengan harga selangit. Mereka pun tidak pernah peduli dengan nominal demi fashion yang diinginkan. Mungkin salah satu contohnya adalah para sneakerhead.

Hypebeasts berperan langsung dalam konsep konsumerisme yang berarti konsumsi barang mewah hanya untuk meningkatkan prestise seseorang dan kepuasan semata.

 

Football Casual dan Hypebeast.

Pada akhir tahun 80-an, sekelompok pemuda asal Inggris yang juga menggilai dunia sepak bola membawa arus baru dalam dunia fashion, 80’s Football Casual atau yang lebih sering dikenal dengan kata 80’s casual, pemuda yang gemar mengenakan pakaian dengan merek kenamaan asal Eropa.  

 

Para pemuda Inggris ini memang bukan tanpa alasan mengenakan pakaian kenamaan tersebut, ini semua demi mengelabuhi pihak kemanan yang mencoba menghadang mereka ketika memasuki area stadion sepak bola. Kesampingkan kerusuhan yang sering mereka lakukan, karena pada pembahasan kali ini titik fokus berada pada nilai fashion dan kebiasaan mereka mengenakan pakaian berkelas.

 

Datang dari latar belakang budaya B-Boy, pakaian olahraga yang mulai dipakai oleh kalangan anak muda, kejayaan sepak bola Eropa, generasi baru yang menggilai dunia olahraga dan atlet tenis yang sangat terkenal, akhir 70-an dan awal 80-an menjadi perpaduan pakaian olahraga yang mengilhami budaya baru dalam cara berpakaian, dan jangan lupakan trainers shoes.

Subkultur asal Inggris ini selalu berbicara tentang siapa yang memiliki pakaian terbaik dan juga cara bagi kelas pekerja berusia muda untuk terlihat lebih layak dan merasa lebih baik. Mencari trainers yang langka dan eksklusif, mengenakan track top dari merek kenamaan keluaran terbaru, kemeja rugby Benetton, atau rajutan Pringle bermotif argyle hampir menjadi kesenangan tersenidiri bagi pemuda Inggris pada saat itu.

 

Wirausahawan seperti Wade Smith asal Liverpool menjadi salah satu pedagang yang merauk keuntungan dari subkultur ini dengan melihat tren baru. Smith rela melakukan perjalanan ke Jerman dengan van dan membawa kembali trainers Adidas yang sangat populer pada saat itu. Dengan para pemuda yang menggilai trend fashion ini berbondong-bondong datang ke tokonya dalam jumlah ribuan untuk mendapatkan sepasang sepatu Adidas Trimm Trab atau Forest Hills.

Tetapi tidak ada satupun dari mereka yang benar-benar ingin dikaitkan dengan mengenakan pakaian palsu. Semua tentang tren terbaru, one-upmanship dan siapa yang memiliki pakaian paling mahal. Jika tidak mengenakan pakaian yang ada dalam subkultur ini, kalian bukan bagian dari subkultur ini, sesederhana itu dan rupanya casual menjadi subkultur yang mendiktekan apa yang keren dan apa yang tidak.

 

Budaya membeli trainers dan pakaian atau barang langka dan eksklusif tentu bukan hal baru. Jadi, apa hubungan Hypebeasts dengan Casuals? Konsepnya relatif sama. Mengumpulkan & mencari sepatu dan pakaian yang langka dan eksklusif tentu bukan hal baru. Namun, budaya Hypebeast sebagian besar dikendalikan oleh merek itu sendiri dengan hanya merilis produk dalam jumlah terbatas untuk menciptakan "Hype" lebih lanjut.

 

Perlu juga ditunjukkan bahwa banyak pemuda yang menggandrungi gaya berpakaian ala hypebeats tidak benar-benar membeli produk untuk dipakai, mereka membelinya untuk dijual dan mendapat untung yang berlipat. Ada konsepsi umum bahwa banyak hypebeasts hanyalah anak-anak kaya yang manja yang bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Namun beberapa dari mereka juga berwirausaha dengan cara mereka mencari dan menjual kembali barang yang ada. Namun ada juga argumen bahwa casual telah menjadi seperti "hypebeast" dalam beberapa tahun terakhir dengan cara membeli produk mereka. Namun sebagian dari mereka merasa risih jika harus dikaitkan dengan pemuda yang menggandrungi trend fashion hypebeast. Satu hal yang pasti, itu adalah casual yang benar-benar menggebrak cara berpakaian baru di Inggris pada tahun 1980-an yang muncul di atas tribun dan jalanan bukan influencer atau selebritis di Instagram ataupun layar kaca. Just remember to keep it Casual!

Comments

Be the first to comment.

Your Cart

Your cart is currently empty.
Click here to continue shopping.
Thanks for contacting us! We'll get back to you shortly. Thanks for subscribing Thanks! We will notify you when it becomes available! The max number of items have already been added There is only one item left to add to the cart There are only [num_items] items left to add to the cart