PRUNG EXCLUSIVE INTERVIEW WITH COLIN, FROM VANILLA MUFFINS

PRUNG EXCLUSIVE INTERVIEW WITH COLIN, FROM VANILLA MUFFINS

 

 

Ay bruv, have been a long time i didn't make something good in this column. Now i meet with the legendary street rock unit from Basel City, Switzerland. if you know about “The Drug is Football” you must be read this interview, but up to you if you wanna read or not, LOL.

(Ay bruv, udah lama juga ya saya gak bikin sesuatu buat kolom ini. Sekarang saya ketemu sama street rock unit legendaris dari Kota Basel, Swiss. Kalau kalian tahu tentang “The Drug is Football” kalian wajib baca wawancara ini, tapi terserah kalian juga deng mau baca atau enggak, LOL.)

This time we're talking about this band that was first formed, FYI this band was formed from the mid 90s, yhaaa I think they're one of the greatest street rock unit. Other than that, we talk about more info about Basel music scene, the story about the “Sugar”, about FC Basel and why they're choose the Vanilla Muffins for the name and more. Enjoy this interview!

(Kali ini kita ngomongin tentang pertama kali band ini terbentuk, FYI band ini terbentuk dari pertengahan 90an, yhaaa kayaknya salah satu band street rock terbaik. Selain itu, kita juga ngobrolin tentang kancah musik di Basel, cerita tentang “Gula”, tentang FC Basel dan mengapa mereka memilih nama Vanilla Muffins dan banyak lagi. Nikmati wawancara ini!)

 

RM  : Hallo guys, how are you? and what are you doing lately?

         (Halo sobat, bagaimana kabarmu? Dan apa yang kamu lakukan belakangan ini?)

C      : I’m fine, how are you? I am working to release a Vinyl in the USA.

         (Saya baik-baik saja, bagaimana kabarmu? Saya sedang berupaya merilis vinyl di USA)

RM  : Yeah I’m good. Could you tell us a short story about your band was formed?

(Ya, saya baik-baik saja. Bisakah kamu menceritakan sedikit cerita mengenai terbentuknya band mu?)

  C       : Formed 30 years ago as a Highschool band.

            (Terbentuk 30 tahun yang lalu sebagai band anak sekolah tingkat atas)

RM  : Why is the band called Vanilla Muffins?

         (Kenapa nama bandnya Vanilla Muffins?)

C      : Bodybuilders used to eat before the contest vanilla muffins to pump up their  muscles. They ate so many that they had to vomit.

         (Binaragawan biasa makan vanilla muffins sebelum kontes untuk memompa otot mereka. Mereka makan begitu banyak hingga mereka harus muntah.)

RM  : Tell us about latest music scene in Basel?

         (Ceritain ke kita dong mengenai kancah musik di Basel baru-baru ini?)

C      : Basel is a chemical and pharmaceutical city, famous for its many museums. City is also known for the carnivals and the football club Fc Basel. I have no idea what’s the scene nowadays here to be honest.

         (Basel adalah kota kimia dan farmasi, terkenal dengan banyak museumnya. Kota ini juga terkenal dengan karnaval dan klub sepak bola Fc Basel. Sejujurnya, saya tidak tahu apa yang terjadi saat ini di sini.)

RM  : Why did your band has break up?

         (Kenapa band kamu bubar sih?)

C      : Private point of view.

         (Sudut pandang pribadi kalau itu)

RM  : Tell us about your “Comeback” story?

         (Ceritain ke kita mengenai kembalinya kalian dong)

C      : That was a stupid idea. I had to remark that I don’t have the energy anymore like when I was 20.

(Wah kalau itu ide gila. Saya harus mengatakan bahwa saya tidak mempunyai energi lagi seperti ketika saya berusia 20 tahun)

RM  : How many people ask you to reunite or play again or maybe not?

(Berapa banyak orang yang nanya ke kamu tentang reuni atau kalian main lagi, atau bahkan gak ada?)

C      : Every time when I open Instagram :-) Last offer was for 10.000 USD….

         (Tiap saya buka instagram :-) Penawaran terakhir adalah 10.000 USD….)

RM  : Tell us the unique stories on the album has been released in 2020?

         (Ceritain ke kita hal unik di album yang rilis di tahun 2020 dong)

C      : We release an old stuffs on vinyl at the moment….

         (Kita Cuma ngerilis rilisan lama dalam bentuk vinyl pada saat itu)

 

RM  : What's wrong with the word “sugar”? Why do you like using the word “sugar”?

         (Ada apa sih dengan kata “sugar”? Kenapa kamu suka pake kata “sugar”?

C      : Famous boxers used the name “Sugar” (Sugar Ray Robinson, Sugar Ray Leonard) as part of their name to pretend that they are smart and friendly but in the ring they turned into to nasty animals.

         (Petinju terkenal menggunakan nama “Sugar” (Sugar Ray Robinson, Sugar Ray Leonard) sebagai bagian dari nama mereka untuk berpura-pura bahwa mereka pintar dan ramah tetapi di atas ring mereka berubah menjadi binatang yang jahat.)

RM  : What do you think about Oi! ?? what is your opinion? Is it just a music genre? Or maybe a movement?

         (Apa pendapatmu mengenai Oi! ? Apakah hanya aliran musik? Atau bahkan sebuah gerakan?

C      : Movement, Music, Ideology, Style…

         (Pergerakan, Musik, Ideologi, Penampilan…)

RM  : Are the music and lyrics of Vanilla Muffins tell about reflection of the environment around you?

         (Apakah musik dan lirik dari Vanilla Muffins menceritakan tentang cerminan dari lingkungan sekitar mu?)

C      : The music are based on Rolling Stones, Punk and especially lots of 80s Pop Music, which is very important to me.

(Musiknya didasarkan pada Rolling Stones, Punk dan terutama banyak Musik Pop tahun 80an, yang sangat penting bagi saya.)

 

RM  : Is it true if your band is rarely to get a music show or stage in Basel, why?

(Bener gitu kalau band kamu tuh jarang dapet panggung atau tempat pertunjukkan di Basel, kenapa?)

C      : Thats true. Back in the 90s Oi! music was known for right wing ideology and all music venues were run from people more left wing.

         (Iya itu bener. Balik lagi ke tahun 90an Oi! musik dikenal dengan ideologi sayap kanan dan semua tempat musik dijalankan oleh orang-orang yang lebih beraliran kiri)

RM  : Tell me the story behind the song called “Modern Football Sucks”?

         (Ceritain dong tentang cerita dibalik lagu yang judulnya “Modern Football Sucks”?)

C     : It’s this awful publicity crap everywhere. They change their old traditional stadium names into the names of Insurances or Car brands (Coca Cola Arena, Pepsi corner, Benz Stadium., etc.)

        (Ini adalah publisitas yang buruk di mana-mana. Mereka mengubah nama stadion tradisional lama menjadi nama merek Asuransi atau Mobil (Coca Cola Arena, Pepsi corner, Stadion Benz., dll.) 

 

 

RM  : Are you still watch football match? Either in Stadium or TV?

         (Kamu masih nonton pertandingan sepak bola gak? Baik di stadion ataupun di TV?

C      : Yes, I still love Football matches. I have a couple of favourite teams in England, Germany, Italy, Turkey and of course Switzerland.

         (Ya, saya masih menyukai pertandingan sepak bola. Saya punya beberapa tim favorit di Inggris, Jerman, Italia, Turki dan tentu saja Swiss.)

RM  : What do you think about football itself?

         (Menurut kamu sepak bola itu apa?)

C      : Football is the last big theatre”. Football players are more known than politicians. Football means to me not only watching matches, it is also meeting people from all over the world and talking about their club, their passion. You always have something to talk about.

         (Sepak bola adalah teater besar terakhir”. Pemain sepak bola lebih dikenal dibandingkan politisi. Sepak bola bagi saya tidak hanya berarti menonton pertandingan, tapi juga bertemu orang-orang dari seluruh dunia dan membicarakan klub mereka, passion mereka. Kamu selalu memiliki sesuatu untuk dibicarakan.)

RM  : Do you like going to another city to watch football match against rival or awayday?

(Kamu masih suka pergi ke kota lain untuk nonton pertandingan sepak bola melawan rival or melakukan perjalanan tandang gak?

C      : Not anymore.

         (Udah enggak lagi)

RM  : Tell me about the relationship between the music scene and football, in Basel or Switzerland?

         (Ceritain dong tentang hubungan antara kancah musik dan sepak bola, di Basel atau Swiss)

C      : There is still a lot of good singing on the terraces, sometimes they sing also melodies of us (especially in Turkey and Greece).

         (Masih banyak nyanyian bagus di tribun, terkadang mereka juga menyanyikan melodi kita (terutama di Turki dan Yunani)

RM  : Do you like getting involved in football fans Riots?

         (Kamu pernah terlibat kerusuhan antar fans sepak bola gak?)

C      : No, but rivalry fans still annoy me!!! When I was young, yes very much. Going into fight it was a feeling like I start to fly, complete adrenalinerush.

         (Enggak, tapi fans rival masih menggangguku!!! Ketika saya masih muda, ya sangat banyak. Saat memasuki pertarungan, rasanya seperti saya mulai terbang, memacu adrenalin.)

RM  : What about performances in rival cities at that time?

Because, there are still many people who have some views and still concerned about linking football and music then committing acts of violence.

(Bagaimana tentang penampilan di kota rival pada saat itu? Karena, masih banyak orang yang mempunyai pandangan dan masih tetap menghubungkan sepak bola dan musik kemudian melakukan tindakan kekerasan.)

C      : IT was CATS AND DOGS FIGHTING WITH THE POLICE. You had to trick the Police, which was the part of the game. The whole preparation to meet the other crowds was already lots of fun.

(ITU KUCING DAN ANJING BERTENGKAR DENGAN POLISI. Kamu harus mengelabui Polisi, yang merupakan bagian dari permainan. Seluruh persiapan untuk bertemu orang banyak lainnya sudah sangat menyenangkan.)

RM     : What is FC Basel mean to all of you? Is it just a football team or more than that?

(Buat kalian semua, apa sih FC Basel itu? Apakah hanya klub sepak bola semata atau lebih dari itu?)

C      : FC BASEL used to be my family. Since I have a family, it’s a Football Club again. Life changes sometimes a bit.

(FC BASEL dulunya adalah keluarga saya. Karena saya punya keluarga, ini menjadi Klub Sepak Bola lagi. Hidup terkadang sedikit berubah.)

 

RM     : What do you think about football, today?

         (Apa pendapat mu mengenai sepak bola hari ini)

C      : Well, it’s still a big amusement. I still love to sit alone in a Pub ‘corner, drinking a pint and watch a football game, I don’t feel alone.

         (Yah, itu masih merupakan hiburan besar. Saya masih suka duduk sendirian di pojokan Pub, minum segelas bir dan menonton pertandingan sepak bola, saya tidak merasa sendirian.)

RM     : Why are you not interested in political issues?

         (Kenapa kamu gak tertarik pada isu politik?)

C      : Well, certain things what I believe are left wing  and some others are more right wing. I cannot stand total 100% left or 100 % right. The other side has also right. Also life and new experiences change your opinion.

I can give you an example : In Switzerland in 1990 I voted against the army ( “Switzerland without army”) I was 20 years old. Now I cannot imagine anymore what the hell I was thinking. When you look at the wars in Europe at the moment, this was very short minded.

(Ya, beberapa hal tertentu yang saya yakini adalah sayap kiri dan beberapa lainnya lebih merupakan sayap kanan. Saya tidak bisa berdiri total 100% kiri atau 100% kanan. Sisi lain juga benar. Kehidupan dan pengalaman baru juga mengubah opini mu.

Saya dapat memberikan sebuah contoh: Di Swiss pada tahun 1990 saya memberikan suara menentang tentara (“Swiss tanpa tentara”) Saya berumur 20 tahun. Sekarang aku tidak bisa membayangkan lagi apa yang sedang kupikirkan. Kalau kamu melihat peperangan di Eropa saat ini, hal ini sangatlah singkat.)

RM  : What do you think about a club or group of supporters who have political view in themself?

(Apa pendapatmu mengenai kelompok suporter yang memiliki pandangan politik dalam dirinya?

C      : Well I don’t want to hear any racist bullshit at football matches, but I also don’t want to hear that we shall stop using the car, or we shall be against atomic power stations.

         (Saya tidak ingin mendengar omong kosong rasis di pertandingan sepak bola, tapi saya juga tidak ingin mendengar bahwa kita harus berhenti menggunakan mobil, atau kita akan menentang pembangkit listrik tenaga nuklir.)

RM  : What do you think about ideal football?

         (Sepak bola yang ideal menurutmu seperti apa?)

C      : They play our song Brigade Loco when the players coming on the field and No Punkrock in my car when the match is over :-)

(Mereka memainkan lagu kami Brigade Loco saat pemain masuk ke lapangan dan No Punkrock in my car saat pertandingan selesai)

 

RM  : Is it possible for you to do a world tour in nearest time?

         (Mungkin gak kalian tour dunia deket-deket ini?)

C      : No.

         (Enggak.)

RM  : Give me a strong message to all your fans in the world?

         (Kasih pesan dong buat fans mu di seluruh dunia)

C      : Sugar Oi! for all of our fans support everywhere you are from, it really means a lot to me. Share our music and WE WILL WIN!

         (Sugar Oi! untuk semua fans kita yang sudah mendukung kita dimanapun kalian berasal, itu sangat berarti bagiku. Bagikan musik kami dan KITA AKAN MENANG!)

RM  : Thank you for your time, best regards

         (Terima kasih atas waktu mu, salam hormat)

C      : Thank you for your interest in our band and all the best, Colin.

         (Terima kasih atas ketertarikan mu ke band kita dan semoga sukses, Colin.)

Your Cart

Your cart is currently empty.
Click here to continue shopping.