Siapa Sosok Pria Dalam Cover Album Meat Is Murder?

Siapa Sosok Pria Dalam Cover Album Meat Is Murder?

The Smiths, siapa sih yang gak tahu The Smiths? Yaaa walaupun ada beberapa atau banyak orang juga ya yang gak tahu siapa itu the Smiths. Tapi gak masalah, saya bakalan tetep nulis tentang The Smiths hahaha. Beberapa bulan ke belakang, rame banget di media sosial orang-orang pake lagu band asal Manchester satu ini, merchandise nya juga banyak orang yang cari, termasuk t-shirt nya, dan yang pasti, harganya langsung melesat bagai roket, apalagi yang vintage, bisa sampe belasan juta, ngeriiiii.

Selain dari musiknya yang enak didenger, dan juga terkadang terkesan relate sama kehidupan dan kisah cinta anak muda, The Smiths juga rupanya mengisi beberapa film yang cukup fenomenal. Beberapa film seperti Bumblebee, The Perks of Being a Wallflower dan 500 Days of Summer.

Nah, film yang terakhir nih yang bikin Morrissey, Johnny Marr, Mike Joyce, dan mendiang Andy Rourke semakin dikenal dengan lagu “There Is a Light That Never Goes Out” nya yang hadir dalam film yang disutradarai oleh Marc Webb.

Adegan dimana Zooey Deschanel yang berperan sebagai Summer dan Joseph Gordon-Levitt yang berperan sebagai Tom Hansen yang berada didalam lift melakukan perbincangan tentang lagu The Smiths tersebut. Tapi, Joseph sama Zooey Deschanel lucu banget waktu di scene ini, apalagi waktu Zooey nyanyiin sepenggal lirik The Smiths dan disambut kata “Holy Shit” sama Joseph, lucu banget sih kalo kata saya hehehe.

Balik lagi ngomongin The Smiths, tanpa atau dengan beberapa film yang menggunakan lagunya, The Smiths bakalan tetep keren. Walaupun band satu ini hanya berhasil melahirkan 4 album, band ini tetep masih dapat dan mendapatkan tempat dihati para pecintanya. Umurnya aja cuma 5 tahun dari 1982 sampai 1987, wajar aja sih kalo cuma bikin 4 album. Konon, mereka bubar karena mereka terlalu dini untuk mendapatkan keberhasilan dan gemerlap dunia isndustri musik. Jadi, hal tersebut membuat mereka seakan terlalu larut dalam gemerlapnya dunia dan yang jelas ngebentuk mereka jadi sosok yang penuh ego, konon sih yaaaaa.

Oh iya, di tahun 1987 juga mereka bersitegang mengenai royalty, dan katanya mereka gak akan pernah mau reuni. Jadi, buat kalian yang berharap bisa nonton The Smiths, tidak semudah ituuuuuu brotheeeeeeer. Ya walaupun di tahun 2008 Morrissey sama Johnny Marr udah mulai ngebangun komunikasi lagi, tetep aja akhirnya mereka gak berhasil mengembalikan arwah dari The Smiths yang udah lama hiatus, atau udah lah The Smiths cukup jadi cerita aja kalau di tahun 80an ada band keren asal Manchester. Mau reuni gimana, orang Andy Rourke nya aja udah meninggal, jadi kaya gak afdal aja kalo mereka reuni.

Dengan berbekal 4 album, 1 live album, 10 album kompilasi, 1 video album, 13 music video, 3 EP dan 24 singles menjadikan band asal Manchester ini mendapatkan beberapa penghargaan atau keberhasilan di bawah naungan label rekaman Rough Trade, Sire, dan WEA.

The Smiths memiliki beberapa single yang mencapai dua puluh besar Inggris dan keempat album mereka mencapai lima besar Inggris, termasuk dua yang menduduki puncak tangga lagu. Dua karya mereka yang berhasil bertengger di puncak UK Official Album Chart adalah album kompilasi yang bertajuk Best….I dan album kedua mereka yang bertajuk Meat Is Murder. 

Para kritikus menyebut mereka sebagai band rock alternatif terpenting yang muncul dari kancah musik independen Inggris pada 1980-an. Simon Goddard dari majalah Q berargumen pada tahun 2007 bahwa The Smiths adalah "satu-satunya suara yang sangat vital di tahun 80-an", "grup gitar Inggris paling berpengaruh dekade ini" dan "orang luar indie pertama yang mencapai kesuksesan arus utama dengan cara mereka sendiri."

Selain daripada musiknya yang mendapat sorotan para kritikus musik, The Smiths juga berhasil mencuri perhatian para penggemarnya dengan sampul album mereka. Hampir semua sampul album, EP dan singles mereka selalu menampilkan sosok yang berbeda. Salah satu sampul album yang ikonik adalah album Meat Is Murder. Selain dari keberhasilan bertengger di puncak album, Meat Is Murder juga menampilkan sosok tentara yang terlihat sedang memantau dan di helm nya tertuliskan Meat Is Murder, tajuk album dari The Smiths.

Meat is Murder

Meat Is Murder adalah album studio kedua oleh band rock Inggris The Smiths, dirilis pada 11 Februari 1985 oleh Rough Trade Records. Ini menjadi satu-satunya album studio band yang mencapai nomor satu di UK Albums Chart, dan bertahan di chart selama 13 minggu.

Album kedua ini sedikit menimbulkan tanda tanya besar. Bagaimana tidak, album kedua ini terlihat sepenuhnya adalah isi kepala dari Morrissey yang mencoba untuk melakukan suatu kampanye dan memilih “Meat Is Murder” sebagai judul dari album kedua The Smiths.

Dengan bersentajakan lagu terakhir yang ada dalam album ini, Morrissey memperjelas sikapnya tentang vegetarianisme, veganisme, dan kesejahteraan hewan. Dia dulunya - dan hingga saat ini masih menjadi sosok yang mengklaim bahwa dirinya adalah pendukung dari gaya hidup bebas kekejaman, bahkan sampai melarang penjualan produk daging di pertunjukannya.

Balik lagi ke album kedua The Smiths, Meat Is Murder terasa lebih lantang dan lebih politis daripada pendahulunya, termasuk judul lagu pro-vegetarian yang juga menjadi tajuk dalam album ini. Bahkan, sang vokalis Morrissey yang pada saat itu sangat amat vocal terhadap isu sosial dan politik pun melarang anggota band lainnya difoto ketika mereka makan daging.

Secara musikal, band ini tumbuh lebih berani. Bahkan, seorang penulis bernama John King berpendapat bahwa judul lagu terinspirasi oleh lagu yang rilis pada tahun 1983 yang berjudul "Meat Means Murder" lagu tersebut adalah lagu milik band anarko-punk, Conflict yang membahas topik yang sama dan juga dibuka dengan musik yang lambat namun terkesan sangat berani dalam mengkrtisi industri daging pada saat itu.

Ungkapan “Meat Is Murder” menjadi suatu judul yang menimbulkan reaksi di kalangan karnivora, dengan judul lagu yang terasa lebih “gloomy” dan sedikit mengerikan dari band asal Manchester ini. Lirik yang Morrissey tulis pun sangat amat berani “The flesh you so fancifully fry / Is not succulent, tasty or kind / It's death for no reason / And death for no reason is murder” dan di akhiri dengan kalimat “Oh...and who hears when animals cry?” lagu ini bener-bener bikin kita berpikir dan sedikit merenungkan kebiasaan sehari-hari dalam mengkonsumsi daging hewan.

Meski lagu pro-vegetarianisme tersebut dirancang untuk mengejutkan dan menimbulkan reaksi tidak nyaman pada pendengarnya, sampul albumnya tidak mencermikan album ini menjadi salah satu pergerakan dari Morrissey yang dikenal sebagai sosok yang cinta banget sama hewan. Kenapa The Smiths gak pake gambar ala-ala Animal Liberation Front yang emang kayanya bakalan ngena banget gitu sama pesan yang mau mereka atau Morrissey sampaikan dalam album kedua mereka, tapi gapapa, terserah mereka deng hahaha.

Sampul album kedua yang dirilis pada 11 Feburari 1985 ini menggambarkan sosok tentara muda yang terlihat menggunakan pelindung kepala bertuliskan “Meat Is Murder” yang di mana sampul albumnya juga foto tersebut dibuat empat foto, kayanya biar pas sama ukuran sampul hehehe. Selain dari itu, yaaa nama band pasti hadir lah ya, nama band hadir di sisi kiri dengan font berwarna hijau, makin ngena aja sama nuansa tentara nya. Terus, tentara itu siapa?

Sosok Pria Dalam Album Meat Is Murder

Morrissey mengklaim bahwa sampul album tersebut dirancang khusus untuk mengadvokasi taktik militan yang harus diambil oleh para aktivis untuk memicu perubahan nyata. Ia juga mengungkapkan alasannya pada salah satu media asal Inggris yaitu Melody Maker pada Maret 1985: “Sepertinya bagi saya sekarang seperti yang diilustrasikan oleh gambar LP, satu-satunya cara agar kita dapat menyingkirkan hal-hal seperti industri daging, dan hal-hal lain seperti senjata nuklir, adalah dengan sungguh-sungguh. Memberi orang ketidaknyamanan yang sama yang telah mereka tunjukkan kepada orang lain" balas dendam gitu? Haha.

Balik lagi ke sampul album, pada bagian sampul album, rupanya The Smiths memberi kredit pada film In The Year Of The Pig yang disutradarai oleh sutradara dan produser film asal Amerika, Emile de Antonio. Pembuat film dokumenter ini terkenal karena filmnya yang rilis pada tahun 1967, Rush To Judgment, yang kritis terhadap penyelidikan pembunuhan Presiden John F. Kennedy dan film dokumenter yang menceritakan tentang Perang Vietnam yang juga sama pedasnya dan menceritakan keterlibatan militer AS dalam konflik di Asia Tenggara. Bahkan, sebagai salah satu film dokumenter pertama yang mengutuk pertempuran tersebut, film tersebut sebenarnya dirilis saat perang masih berlangsung, dan mendapat sejumlah protes dari penonton.

 

Sampul dari film tersebut menampilkan seorang prajurit muda yang hingga saat ini fotonya masih digunakan untuk mempublikasikan film tersebut. Ia adalah Kopral Marinir Michael Wynn, yang berasal dari Marion, Ohio. Dia berusia 20 tahun ketika gambar itu diambil pada tanggal 21 September 1967 di Da Nang, Vietnam Selatan, di tengah-tengah “Operation Ballistic Charge” dan pada saat itu dia baru satu tahun bertugas di Korps Marinir.

Dalam tuturan sejarah yang tercatat dalam buku US Marines In Vietnam: Fighting The North Vietnam, 1967, Operation Ballistic Charge adalah serangan helikopter dan permukaan secara bersamaan di lokasi empat mil Tenggara Dai Loc di Provinsi Quảng Nam di Vietnam.

Prajurit berusia 20 tahun tersebut selamat dari perang,  dia terluka dalam sebuah operasi pada bulan Mei 1967, tetapi layak untuk mengambil bagian dalam Operasi Serangan Balistik pada bulan September itu. Menurut postingannya sendiri di situs Veteran Marion Ohio, Kopral Marinir Michael Wynn terluka lagi beberapa bulan kemudian dan meninggalkan Vietnam. Dia dipromosikan menjadi Sersan dan diberhentikan dari Korps Marinir pada tahun 1970, kemudian beremigrasi ke Australia pada tahun 1982.

Prajurit yang wajahnya terpampang dalam sampul film In The Year Of The Pig dan sampul album The Smiths yang berjudul Meat Is Murder ini juga menulis pada bulan April 2019 bahwa tahun-tahun setelah karir militernya, seperti banyak veteran lainnya, merupakan pengalaman yang sulit: “Saya bangga menjadi seorang Marinir dan pengabdian saya di Vietnam. Butuh waktu lebih lama dari yang seharusnya untuk mendapatkan kebanggaan itu karena cara para Veteran Vietnam diperlakukan setelah mereka kembali dan bertahun-tahun setelahnya. Saya mengalaminya secara langsung.”

Namun, hal unik yang menjadi perhatian adalah ketika ia menjawab pertanyaan tentang sampul album The Smiths, Kopral Marinir Michael Wynn mengatakan bahwa dia tidak pernah dimintai izin mengenai penggunaan foto tersebut: “Saya pertama kali mengetahuinya ketika saudara perempuan saya kebetulan melihat album itu ketika dia sedang berbelanja. Saya tidak terlalu senang dengan The Smiths yang mengubah kata-katanya.” Apakah hal ini terjadi karena Morrissey dan personel The Smiths lainnya hanya mengatahui informasi dari film karya Emile de Antonio semata? Jadi mereka hanya mencantumkan kredit untuk film tersebut tanpa mencantumkan nama prajurit berusia 20 tahun pada saat itu.

Jadi, sosok dalam sampul album The Smiths yang berjudul Meat Is Murder itu adalah Kopral Marinir Michael Wynn yang di ambil dari film In The Year Of The Pig tanpa izin dari prajurit tersebut, dan juga mengubah tulisan yang ada di pelindung kepala prajurit muda tersebut, parah juga ya The Smiths. Terus, kalau sampul album lainnya gimana? Mereka siapa? The Smiths izin gak? Atau sama kasusnya kaya foto Kopral Marinir Michael Wynn juga? Ya nanti aja saya coba bahas lagi ya hahaha. See you <3

 

Your Cart

Your cart is currently empty.
Click here to continue shopping.